Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Tuesday, August 18, 2015

BUKU TERBARU SAYA, RASUK.







Semenjak kepergian sang Ayah, Langgir Janaka __ Gadis remaja yang sering merasa kesepian__ merasa tidak ada satu hal pun dalam hidupnya berjalan dengan baik. Hari-harinya dipenuhi rutukan bagi nasib buruk. Kalimat "Tuhan tidak adil" Seolah menjadi mantra dalam batinnya.

        Langgir iri dan ingin kisahnya lebih seperti para sahabatnya; Sekar Tanjung, seorang anak pungut yang dilimpahi kasih sayang keluarga angkatnya. Lintang Kasih yang punya orang tua kaya dan sering bepergian ke luar negeri. Juga Fransisca Inggrid, perempuan cantik yang selalu menemukan kemudahan dalam hidupnya.

         Namun, bagaimana jika keinginan itu menjadi nyata? Rohnya merasuk dalam tubuh orang lain. Menjalani hidup sebagai mereka, lalu menelan suka duka yang bukan miliknya, sedangkan raganya sendiri tersembunyi entah dimana. Kini, Langgir sadar, harga yang dibayar untuk keinginan itu... Terlalu Besar.


                                                                 

"Hidup ini begitu semmrawut, hingga kerap kali aku mengutuknya! Mungkin KAU bosan mendengar hati ini menjerit dan memaki. Mereka bilang KAU mendengar semua keluh umatMU..., betul begitu? Lantas, dari sekian banyak garis hidup manusia yang KAU gambar, mengapa harus hidupku yang kau gores berliku?"



Judul : RASUK 
Tebal : 340 Hal
Harga : Rp 65.000
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Bukune
Rilis : September 2015


PREORDER : 
KETIK (nama + alamat lengkap + no. HP) SMS Ke 083821599761




Thursday, July 30, 2015

OPEN CASTING RATIMAYA SARASVATI!

Sarasvati tak pernah berhenti untuk terus berjalan. Mungkin itu yang membuatku dan teman-teman personil Sarasvati terus berusaha membuat sesuatu yang baru. Baru untuk kami maksudnya, bukan baru di dunia seni Indonesia.
            Sedikit ulasan sebelum aku terlalu jauh bercerita tentang project terbaru ini. Dulu, aku tumbuh besar mendengarkan cerita-cerita dalam kaset. Semacam Audiobook dimana cerita terlantun dari seseorang yang berakting melalui suaranya. Aku mengagumi cerita-cerita itu, hingga tak bosan mendengarnya berkali-kali. Dan cerita-cerita itu, membuahkan sebuah mimpi.
            Disisi lain, Sarasvati selalu menghadirkan sebuah cerita dalam setiap lagunya. Dari 1 lagu, ada 1 cerita. Mengalir bergitu saja. Saat pertunjukan kami, selalu saja ada talent-talent teater yang membantu merepresentasikan makna dibalik setiap lagu. Mimpi lainnya muncul, sebuah drama musikal! Boleh saja bermimpi bukan?
            Beberapa bulan belakangan ini, Sarasvati disibukkan oleh sebuah garapan baru, album baru. Setelah mendengar 10 materi album ini, tiba-tiba mimpi itu kembali bermunculan.

KENAPA TIDAK DIWUJUDKAN SAJA?

BISA TIDAK, YA?

ASAL ADA KEMAUAN BUKAN?

Berbekal keberanian meski agak nekat, akhirnya kami memutuskan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu dalam album ini. Sebuah Album dengan musik dan audiobook di dalamnya, juga sebuah pertunjukan teatrikal untuk mementaskan apa yang ada di dalam audiobook itu. Bisa tidak, ya? Hal itu masih saja kupertanyakan, dalam kepalaku.
            Kami tak sendirian, ada sekelompok anak-anak muda kreatif asal kota Bandung yang membantu kami mewujudkan pertunjukan ini nantinya. Mereka menamakan diri mereka "Merchant Of Emotion", yang memang sudah malang melintang di seni pertunjukan drama audio visual.
            Kami meramu project ini bersama-sama. Jika Sarasvati sibuk dengan Album dan studio, mereka memfokuskan diri pada konsep pertunjukan. Project ini bernama, "Ratimaya". Aku pernah membahas tentang Ratimaya di postingan sebelumnya. Ratimaya berarti, bayangan keindahan. Ada sebuah cerita indah yang akan terbentuk dalam project ini. Dan aku yakin, kalian tak ingin melewatkannya...

Ssssshhh... Ada satu hal lagi. Bacalah baik-baik poster dibawah ini:





Seandainya kalian berminat untuk ikut serta dalam project ini. Kalian hanya cukup mengisi formulir disini : bit.ly/moe_occ3 dan lantas mengirimkan foto diri ke alamat email mayday@merchantofemotion.com

Wednesday, July 22, 2015

SARASVATI

Sarasvati, nama ini diambil dari nama belakangku. Dulu, saat pertama kali mencetuskan ide untuk project ini, seorang sahabat bernama Dimas Ario (bassis pertama Sarasvati) memberikan referensi nama itu untukku. Katanya, "Sa, lo pake aja nama belakang lo. Tapi tulisan sanskrit, jadi ditulisnya Sarasvati". Hmmm boleh juga pikirku, karena rasanya terlalu narsis untuk memakai nama Risa atau Saraswati untuk project ini.
         Tak tahu sejak kapan project bernama Sarasvati ini lahir. Namun yang pasti, kami semua memilih tanggal 22 Juli 2010 sebagai hari kelahiran Sarasvati. Hari itu, 22 Juli 2010 sebuah project bernama Sarasvati untuk pertamakalinya tampil di depan 1000 orang pengunjung. Penuh tentu saja, aku yakin mereka semua begitu antusias melihat apa yang akan ditampilkan oleh seorang mantan vokalis band elektronik. Dan hari itu pula, album berjudul "Story Of Peter" lahir.

         

Aku rasa, keajaiban-keajaiban mulai muncul setelahnya. Sarasvati lahir menjadi sebuah band yang menggabungkan banyak sekali elemen di dalamnya. Aku ingat, begitu sulit menggabungkan 12 karakteristik personil band ini. Dengan latar belakang jenis musik yang berbeda, tempat tongkrongan yang berbeda, usia yang berbeda, sungguh keajaiban bisa menyatukan semuanya dalam sebuah panggung Sarasvati. Kejeniusan seorang Egi Anggara (Gitaris dan arranger pertama Sarasvati) dalam meramu musik di Sarasvati berhasil membentuk warna baru untuk musik Sarasvati.
         Sentuhan Keyboard Ferry Nurhayat dan Yura Yunita (keyboardis pertama sarasvati) juga tak bisa disangkal berhasil memberikan warna berbeda di project ini. Permainan xylophone yang dimainkan oleh Anggung Suherman (pemain xylophone sarasvati) menambah marak project ini, petikan gitar gitaris handal Hin-hin Akew (Gitaris Sarasvati) yang memang sudah sejak awal bermain di Sarasvati pun menambah warna musik project ini semakin kaya. Banyak nama-nama yang muncul di keluarga ini, ada coro sebagai drumer pertama, Diva sebagai keyboardis, Riana Rizki sebagai keyboardis, Tengku Irfansyah (sequencer), Diantra Irawan, Ay, Esti Cherbomb pun pernah didaulat untuk membantuku bernyanyi di Sarasvati. Hingga yang cukup berkesan adalah kehadiran sheryta arsalia (drumer kedua Sarasvati) yang datang menjadi bagian keluarga ini.
         Namun, seperti sebuah siklus. Ada yang datang, ada pula yang pergi. Mereka semua tak lagi bergabung di Sarasvati, namun kesan yang mereka tinggalkan tak pernah bisa hilang dari perjalanan Sarasvati. Hingga saat ini, tercatat ada 8 personil Sarasvati yang bertahan. Diantaranya aku sebagai vokalis, hinhin sebagai gitaris, Gallang pada bass, Papay di drum, gigi di sequencer, Marshella yang membantuku bernyanyi, iman jimbot pada alat musik tradisional, dan kevin sebagai yang termuda sebagai pemain keyboard (usianya baru 18 tahun).
         Betapa banyak orang yang berbaik hati pada saat itu meramu album sarasvati yang tak punya label recording. Masih lekat di kepala bagaimana orangtua saya memberikan sumbangan alakadarnya untuk memproduksi CD Story of Peter, belum lagi teman-teman di studio rekaman yang kala itu melakukan rekaman pertama di studio Massive cigadung. Ada Cai yang membantu saat ngetake, lalu Ditto yang dengan baik hati ngemixing album itu, lalu Badot yang memastering album itu. Secara Gratis. Sarasvati adalah project yang sangat beruntung. Belum lagi, bung Ricky Arnold yang bersedia memotret saya secara cuma-cuma untuk album itu. O iya, jangan lupakan Stephen Dickinson yang menjadi ikon Peter di album itu, sssssshhh... Dia sudah remaja sekarang. Peran ibunya, yang tak lain sahabat saya Alison juga begitu penting dalam proses penggarapan album Story Of Peter.
         Bersama project ini kami menggelar beberapa konser besar, di tahun 2011 - Mancawarna Sarasvati, 2012 - Nishkala Sarasvati, 2013 - Sunyaruri, 2014 - Astalaras Sarasvati, dan rencananya 2015 ini kami akan menggelar konser Ratimaya Sarasvati. Betapa banyak nama yang begitu berjasa dalam segala perjalanan kami ini. Ada Syauqy lukman sebagai Manager pertama kami, Iit dan Mas tri sebagai manager kedua kami, dan kini kami dimanageri oleh seorang laki-laki bernama butong. Sponsor, tentu saja. Ada banyak nama yang mensponsori seluruh acara kami. Menyenangkan sekali!
         Harus kusebutkan orang-orang yang berjasa membantu penampilan kami diatas panggung. Ada Adun, Trio, Acay, Benx, Andri, Utok, dan Ghera yang sampai saat ini masih setia menemani panggung-panggung kami.
         Sarasvati buatku adalah sebuah keajaiban, melalui sarasvati semua jalan yang kini kucapai berhasil terbuka. Tak hanya aku, "Sahabat-sahabat"ku pun pada akhirnya bisa ikut tertawa, menari, dengan musik yang dimainkan oleh sarasvati. Kebanyakan lagu-lagu yang kutulis terinspirasi oleh persahabatan kami. Ah, tak ada yang lebih menyenangkan dari ini.

         

Tak terhitung berapa nama yang pernah didaulat untuk berolaborasi bersama kami. Luar biasa, tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kami akan tampil diatas panggung yang sama. Ada Tulus yang begitu indah bernyanyi bersamaku di lagu "Oh I Never Know", Cholil Efek Rumah Kaca di lagu "Mirror", Dewa Budjana yang bermain gitar dengan apik di lagu "Solitude", Ink Rosemary di lagu "Cerita Kertas dan Pena", ada Karinding Attack, Taishogoto, Keenan nasution, Fadly Padi, Mario Ginanjar, Syaharani, Sara Wijayanto, Vicky Mono, Bungsu Bandung, Uci Kubik, Esti Cherbomb, Munthe, Gail ex-YoviNuno, dan yang terakhir adalah Gran Kino band asal Prancis. Akan ada banyak nama lagi yang akan muncul di tahun-tahun selanjutnya, aku yakin itu. Mereka begitu baik menganggukkan kepalanya kepada kami saat kami meminta mereka semua untuk berkolaborasi.
         Berkali-kali aku dan teman-teman di Sarasvati berpikir untuk bubar. Namun pikiran itu sirna oleh orang-orang yang menamakan diri mereka "Sarasvamily". Nama itu muncul begitu saja, tanpa kami bentuk. Mereka tumbuh besar menjadi sebuah keluarga, bagian yang tak terpisahkan dari Sarasvati. Mereka selalu menjadi yang terdepan di barisan penonton, mengelu-elukan nama kami agar terus bertahan. Ini semua terjadi karena mereka. Aku tak bisa menyangkalnya.
         Hari ini, tepat 5 tahun Sarasvati terbentuk. Pagi tadi, sebuah paket berisi CD sampai kepada saya. Bagian depannya tertulis "Tribute to sarasvati". Ada sebuah paragraf tertulis disana, katanya:

"Selamat merayakan hari jadi yang ke 5 untuk Sarasvati band kesayangan kita. Ini adalah sebuah penghargaan yang kami bisa berikan untuk kalian. Tetaplah di dalam naungan Dewi Sarasvati yang penuh dengan pengetahuan dan seni. Maka dari itu, tetaplah berkarya dengan kualitas maksimal, penuh dengan pengetahuan, sehingga pantas untuk disebut sebuah karya seni. Sukses selalu, teruslah bersatu, dan berkeluargalah dengan baik (sarasvamily)"

         Air mata menetes pagi ini, bersama paket CD berisi lagu-lagu Sarasvati yang dibawakan ulang oleh anggota keluarga kami, Sarasvamily. Aku tak berjanji ini akan bertahan selamanya, tapi selama masih ada kalian, kami (Sarasvati) akan berusaha untuk terus bertahan.


         

Tuesday, July 21, 2015

APA ITU RATIMAYA?

Ratimaya, nama indah ini mencuat begitu saja saat mataku melihat nama-nama indah bahasa sansekerta. Yang berarti bayangan keindahan. Membayangkan Ratimaya maka yang terlukis di dalam kepala adalah sosok seorang perempuan cantik, pendiam, dengan segudang pikiran-pikiran aneh yang ada di dalam kepalanya. Nama yang unik, pikirku.
         Saat mengemukakan tentang nama ini pada personil lain di Sarasvati, mereka pun berpikir bahwa ini adalah nama yang indah. Dan kami semua, mulai berkhayal tentang sebuah album dengan judul Ratimaya.
         Terkadang, keindahan yang ada di dalam kepala kita tak terlihat sama oleh apa yang ada di mata orang lain. Ratimaya, kami ingin dia benar-benar hidup! Entah bagaimana caranya, kami ingin membuatnya benar-benar bisa dirasakan, tak hanya di dengar.
      Setiap manusia pasti memiliki sisi keindahan yang berbeda menurut versi mereka masing-masing. Aku yakin, kau, kalian, kita semua, pernah sedetik memejamkan mata untuk melihat hal yang indah di dalam kepala. Setidaknya untuk menghibur diri saat kenyataannya tak seindah yang ada di dalam kepala. Hal yang sangat manusiawi.
        Album ini, buku ini, teater ini, entahlah harus kusebut apa. Tak ada yang bisa benar-benar tepat untuk mendeskripsikan sesosok Ratimaya versi kami, Sarasvati. Kepala kami semua bekerja keras, untuk menciptakan sebuah sosok seorang Ratimaya yang benar-benar hidup.
      Sudah kubilang, dia akan benar-benar lahir menjadi sosok baru dalam perjalanan panjang sebuah keluarga yang kusayangi bernama Sarasvati. Bekerjasama dengan beberapa talenta muda berbakat asal bandung, kami akan mewujudkan Ratimaya.



"Sebut saja anak ini "Ratimaya Sarasvati". Dia akan segera lahir, secepatnya. Mungkin dalam waktu hitungan dua bulan ke depan. Sebuah Album dan pertunjukkan yang akan berbeda dari sebelumnya."

      
Kami (Sarasvati) sudah mulai bekerja keras untuk Ratimaya. Beberapa bekerja di studio, beberapa bekerja di konsep, dan sisanya bekerja untuk pertunjukan yang akan ditampilkan. Ratimaya akan segera lahir, kalian hanya perlu bersabar menunggunya...

#JurnalRisa
#RatimayaSarasvati