Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Saturday, February 23, 2013

Aku tidak gila...


Tuhan telah menciptakan begitu banyak mahkluk istimewa di muka bumi ini, dan dia adalah satu diantara sekian banyak mahkluk istimewa yang Tuhan cipta, beruntungnya aku karena mahkluk itu kini menjadi sosok yang begitu menyayangiku. Namanya Draka, aku mengenalnya  selama belasan tahun... Saat orangtuaku mulai mengijinkanku berjalan keluar rumah, dan saat itulah Draka datang untuk pertama kalinya. Seorang laki-laki dewasa yang selalu mengawasiku dan membimbingku saat kedua orangtuaku disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan mereka. Ya... Draka ada disana, di tengah waktu-waktu yang hilang antara aku dan kedua orangtuaku.


"Ka, aku mau minta ditemenin jajan!!!"

"Ka, aku bingung mau pilih sd yang mana..."

"Ka, anak kelas 2D itu nakal sekali!! Selalu gangu aku!!!"

"Ka, aku susah tidur... Malam ini datang ke rumahku yah!! Aku rindu saat saat kecil dulu, rasanya ingin dibacakan lagi cerita pengantar tidur olehmu... Tenang aja, mama papa ku sedang ke luar kota..."

"Ka, besok aku ulangtahun ke 17. Aku mau hadiah hadiah hadiah!!"


Begitulah Draka, 80% kehidupanku diisi oleh dirinya. Hampir semua keputusan yang kubuat selalu diputuskan bersama-sama dengannya. Sosoknya tak pernah berubah, selalu bijaksana... Dewasa... Penuh senyum. Dia datang dan pergi begitu cepat, saat aku membutuhkannya. Tak seperti kedua orangtuaku, yang mungkin hanya mengisi 5 % kehidupanku. Tanpa bimbingan Draka, mungkin aku tak akan bisa kuat dan bertahan seperti saat ini. 

Draka berumur 22 tahun, dan aku kini 19... Umur yang sepadan untuk saling mengasihi, dan begitu sepadan jika aku memang harus terus bersamanya. Selama aku hidup, tak pernah ada satupun orang yang bisa benar-benar berteman denganku... Mereka bilang aku aneh, aku gila, aku egois. Hanya beberapa orang saja yang datang menemuiku saat pekan ujian, biarpun aneh... Prestasiku di bidang akademis cukup membanggakan, semua berkat Draka yang selalu rajin mengajariku banyak ilmu. Draka merupakan mahasiswa perguruan tinggi ternama kota ini, teknik informatika adalah jurusan yang diambilnya. Papa memintaku meneruskan jenjang pendidikan S2 kelak di Amerika, padahal sekarang saja aku baru duduk di semester 2. Entah kenapa rencana Papa itu membuatku semakin merasa jauh dengan Papa, aku benci dia yang tiba-tiba merencanakan hal yang tak aku inginkan, padahal selama ini aku menentukan banyak pilihan tanpa campur tangannya. Betapa hebat menjadi orangtua, mereka bisa seenaknya mengatur jalan hidup anak-anaknya. Yang kuinginkan adalah segera menyelesaikan kuliahku dan pergi bersama Draka...

"Ka, aku mau pergi ke tempat foto copy, ngecopy banyak tugas kuliahku. Kamu mau ikut? Aku ga akan bawa mobil, mau jalan kaki ajah... Ke komplek sebelah." Draka menggelengkan kepalanya, "Kamu pergi sendiri saja ya? Aku ga temenin gapapa ya? Kan masih siang, ga akan ada apa-apa, ngga usag takut...". Aku tersenyum membalasnya, " Yeeey siapa bilang aku takuttt?!?! Kan aku daritadi juga ga bilang gitu weeeks, yaa kali aja kamu mau romantis-romantisan sama aku jalan berdua hihi. Ah siapa juga yang mau liat ya ka?!?! Ya udah tunggu aku ya, aku pergi bentar ko." 


Draka sedikit tertawa geli melihat tingkahku, aku memandangnya sebelum pergi sambil terbahak melihat reaksi wajahnya... Betapa aku menyayanginya... Betapa beruntungnya aku memilikinya...


Gerah sekali siang ini, berkali kali kuusap peluh yang membasahi keningku sementara tangan kiriku membawa beberapa lembar berkas data yang akan ku fotocopy. Masih tinggal beberapa blok lagi namun rasanya terasa begitu berat karena udara yang begitu pengap mencucurkan banyak keringat. Jalanan perumahan ini tak biasanya seramai ini, motor dan mobil bersliweran dengan kecepatan tinggi, lagi-lagi menghambat perjalananku. Rambutku yang terurain panjang mulai beruraian menutupi mata sebelah kanan akibat terpaan debu yang terhempas mobil yang barusan melaju cukup kencang melintas disampingku. "Astaga!! Bisa ngga sih nyetirnya santey woy!!!!", aku berteriak cukup keras disertai acungan jari tengah tanganku ke arah mobil itu. Tanganku kembali membetulkan posisi rambut ke posisi seperti biasanya, tangan kiriku rupanya agak kerepotan memegangi banyak berkas, hingga satu persatu berkas ditanganku mulai berjatuhan. "Huh!!! Sialan!!", kupunguti berkas itu satu persatu, salah satunya jatuh tepat ditengah jalanan. Aku memang pemarah dan tidak sabaran hingga tanpa pikir panjang badanku melompat ketengah jalan.


Sebuah mobil yang sedang melaju di jalan itu dengan kecepatan yg sama seperti mobil tadi tiba-tiba tampak begitu jelas di depan kedua mataku. Mataku terbelalak kaget, begitupula mata pengendara mobil itu yang sama kagetnya sepertiku. Suara benturan tubuhku dengan mobil itu terdengar begitu jelas sesudahnya... Tak terelakan. 


"Draka...", hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku.


"Ti, Titi... Bangun sayang...", wajah Draka memenuhi mataku saat ini. "Ka, aku dimana? Kenapa aku?", dengan perasaan bingung aku mencoba menebak-nebak yang sebelumnya terjadi kepadaku. "Kamu masih disini, jalanan menuju tempat foto copy", jawaban Draka sama sekali tak memuaskan rasa ingin tahuku. Kutatap suasana disekitarku, masih dalam posisi terbaring... Astaga, begitu banyak orang mengelilingiku, sebagian menangis memandangku... Sisanya sibuk hendak mendekatiku dan mengangkat tubuhku. Benar saja, beberapa laki-laki bertubuh besar kompak mencoba mengangkat tubuhku. "Ka, apa-apaan sih orang-orang ini?! Aku ga kenapa napa ko mereka sibuk banget sih?!", aku berusaha mengelak sementara Draka hanya diam memandangiku dengan wajah sedihnya. "Loh ka! Ka! Ko gini sih?! Ka! Ka! Mereka ko maksa ngangkat tubuh... Ku...", tenggorokanku tercekat setelahnya.


Kulihat tubuhku diangkat oleh mereka, tangisan orang-orang disekelilingku semakin pecah. Mataku menatap lurus pada Draka, yang dilakukan Draka hanya menganggukkan kepalanya ke arahku... Sambil terus menunduk perih. Saat itulah aku tersadar... Tubuhku dibawa pergi, sedang entah apa aku sekarang ini karena bisa kulihat tubuhku pergi meninggalkanku sementara aku masih terkulai lemas diatas jalanan... Dan mereka semua, tak menyadari keberadaanku...

"Ka...?!", tanpa menjawab pertanyaanku Draka terus menerus mengangguk seperti mengiyakan pertanyaan yang belum sempat terlontar dari mulutku.


"Mama... Pa...", saat itulah kepalaku mulai dipenuhi sosok kedua orangtuaku, perasaan bersalah karena belum banyak menghabiskan waktu dengan mereka tiba tiba saja muncul. Draka menggenggam tanganku seolah tahu apa yang ada di dalam kepalaku.


"Mereka akan baik-baik saja... Begitu pula kamu, aku benar-benar bisa menjagamu kini", senyumnya merekah membuatku mulai mengangkat kepalaku menatapnya. "Ka, mereka semua salah ya Ka... Mereka bilang aku gila, mereka bilang aku aneh karena sering berbicara denganmu... Ternyata kamu benar-benar ada dan sekarang benar-benar bisa kusentuh", tanganku mula antusias memegangi wajah Draka. Draka hanya tersenyum sambil mengusap-usap rambutku. "Akan kutunjukkan banyak hal yang pasti kau ingin tahu..."


Kulangkahkan kakiku, melangkah menuju tempat dimana seharusnya aku berada. Draka yang selama ini mereka bilang teman imajinerku lah yang membimbingku untuk terus berjalan tanpa harus menatap kebelakang. Terimakasih Tuhan telah menciptakan mahkluk istimewa sepertinya, dan menjadikanku mahkluk pendampingnya yang akan mengikuti langkahnya entah sampai kapan...


Mama... Papa... Aku baik-baik saja, Draka benar-benar bisa kalian andalkan... Suatu saat semoga bisa kukenalkan dia pada kalian.

33 comments:

  1. Beuh pertamax di amankan. :D Bakalan masuk ke buku ke-3 teh ini ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. assalamualaikum we.wb,saya. IBU ENDANG WULANDARI Dri jawah timur tapi sekarang merantahu di teiwan bekerja sebagai pembantu ingin mengucapakan banyak terimah kasih kepada KI KANJENG DEMANG atas bantuan AKI. Kini impian saya selama ini semaunya sudah tercapai kenyataan dan berkat bantuan KI KANJENG DEMANG pula yang telah memberikan Angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D. Dan alhamdulillah berasil tembus. Dan rencana saya ingin Mau pulang ke kampung kumpul kembali degang keluarga saya sekali lagi makasih yaa KI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 400rb Dan akhirnya saya menang. berkat angka gaib hasil ritual AKI KANJENG DEMANG saya sudah buka usaha warung makan Dan suami saya peternakan. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya, Dan saya ATAS Nama IBU ENDANG WULANDARI sekali lagi saya betul betul sagat berterima kasih kepada AKI Dan saya minta Maaf kalau Nama AKI saya tulis di internet itu semua saya lakukan karna saya Mau ada orang yang meminta bantuan Sama AKI agar seperti saya sudah sukses. Dan membatu orang orang yang kesusaan. bagi anda yang ingin seperti saya silahkan HUB / KI KANJENG DEMANG di Nomor INI: 081 / 234 / 666 / 039 / insya allah AKI akan membantu anda karna ramalan KI KANJENG DEMANG memiliki ramalan GAIB yang bagus Dan dijamain tembus

      Delete
  2. Cerita pertama di tahun 2013, Draka.

    Teh, bagi-bagi resep cara bikin cerita yang terasa nyata dong .. :D

    ReplyDelete
  3. Draka ternyata... T.T
    yah, kenapa harus ketabrak T.T

    ReplyDelete
  4. iya teh, ajarin caranya biar bisa buat cerita yang bagus kayak gini dong.. :)

    ReplyDelete
  5. hm! cerita-ceritanya teteh risa selalu bikin jantung ratih kerasa tertahan detakannya! hihi, how awesome teh!

    ReplyDelete
  6. Teh, aku padamu. Btw happy birthday teh, semoga makin sekseeeh dan dilancarkan dalam segala hal.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. kmn ea mreka perginya,jdi pnasaran!!!

    ReplyDelete
  9. Waaahh teh risa bener2 mantab buat ceritanya
    tetap berkarya ya teh :D

    ReplyDelete
  10. karya baru yang mantap walau pun berakhir tragis kembali.....
    dtunggu cerita selanjutnya....

    ReplyDelete
  11. teteeeeeeeeeh ih cerita-ceritanyaaaa!! cetar semua, aku stalking dari jam 4 sorean sampe jam stengah 3 midnight baru beres.. asli lah full bgt dari awal! lopyupullll teh!!{}

    ReplyDelete
  12. Mantab kisahnya sukses selalu deh...

    ReplyDelete
  13. ini keren sumpah kok bisa kaya gini ceritanya nyata hahaha salut deh teh, terus berkarya the best for you teh Risa :)

    ReplyDelete
  14. you are my inspiration teehhh risaaaa lafyu :*({})

    ReplyDelete
  15. keren teh, semoga pemeran utama wanita'y bukan teteh
    karna saya masih pengen baca semua kisah yg ada di depan mata dan di kepala teteh :D

    ReplyDelete
  16. Semua kisah teteh selalu menginspirasi aku

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. kereen dark bangeeett :) awesome bro suka sekali dengan kisah kisah gelap seperti ini kereeen :D

    ReplyDelete
  19. Yang penting terus berkarya, jgn pedulikan ocehan org kain :))

    ReplyDelete
  20. wah teh mantep ceritanya :D bener deh ga boong :D

    ReplyDelete
  21. eemmm,,
    knp tiba2 draka ga mau anter?padahal draka selalu menemani (cerita mulai ketebak)
    knp setelah kejadian, draka bilang "aku benar-benar bisa menjagamu kini"? apa jangan2....?
    drakaa... hmmmm

    ReplyDelete
  22. mmm ..mmmm ... mmmm .... baru ngeh draka tuh jurignyah :D

    ReplyDelete
  23. Hwaaa~ alurnya keren bgt teh..
    The Best banget dh teh Risa xD

    ReplyDelete
  24. nggak terhitung berapa kali sudah aku baca cerita ini. apa saking pengennya ketemu hantu seperti draka? hahaha! ada kan ya teh?

    ReplyDelete
  25. omaigatt baru tau pas di akhrnya ternyata draka itu sosok makhluk halus :''

    ReplyDelete