Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Thursday, March 15, 2012

Kisah Seorang Bapak ( Part 3)


16 tahun akhirnya saya nikahi wanita yang telah membuat saya jatuh cinta untuk pertamakalinya, namanya adalah Siti Nursari, saya biasa memanggilnya dengan sebutan “Nunung”. Nunung dan saya sudah saling mengenal sejak kecil, kami bertetangga, dan kami saling mencintai tanpa saling mengungkapkan perasaan kami selama beberapa tahun, hingga akhirnya Nunung pergi meninggalkan kampung kami… menyedihkan, karena saat nunung kembali, dia terluka secara batin sambil menimang seorang bayi perempuan berambut pirang yang diakuinya sebagai anak hasil perkosaan terhadapnya, oleh seorang laki-laki asal Netherland. Saya yang selalu menaruh perhatian besar kepadanya menawarkan diri untuk membasuh luka traumanya terhadap laki-laki, saya melamarnya tak lama setelah dia pulang… dia anggukkan kepalanya tanda setuju, sejak itu… kami menjadi sepasang suami istri.


Sebelumnya, saya sangat percaya cerita dan perkataan Nunung tentang kisah pilunya, namun dari caranya memperlakukan anak perempuan pirang bernama Ruth yang merupakan anak hasil perkosaan, dan dari caranya menangis hampir setiap malam bagai merindukan seseorang, saya yakin… ada sesuatu yang terjadi antara Nunung dan laki-laki Netherland itu, lebih dari sekedar perkosaan, lebih dari sekedar kesakitan yang selama ini dia gembar-gemborkan kepada saya, saya yakin sebenarnya Nunung sangat mencintai laki-laki asal Netherland itu. Tapi sudahlah, meskipun kadang sakit menyadarinya, saya tetap mencintai Nunung lebih dari apapun. Setiap orang pasti punya masa lalu, toh sepertinya kini nunung mulai mencintai saya… 9 anak sudah kami miliki kini.


Sejak awal saya tidak pernah bermaksud membenci Ruth, saya hanya ingin berusaha menjadi seorang Bapak yang adil. Bagaimana tidak, Nunung tampak hanya peduli kepada Ruth, sementara 9 anak-anaknya yang lain tak pernah dia pedulikan. Bahkan sejak kecil mereka tak pernah merasakan Air Susu Ibu, saya menjadi seorang Bapak sekaligus Ibu bagi 9 anak-anak kami. Nunung terlalu asik memikirkan Ruth yang semakin hari konon semakin mirip dengan Ayahnya. Ruth sebenarnya tidak pernah bersalah atas semua hal yang menimpa hidupnya, terkadang saya tidak tega menatap matanya yang sangat mencerminkan kerinduannya pada sosok seorang Ayah, tapi saya tidak bisa lemah terhadapnya… saya ingin Nunung menyadari bahwa sebenarnya dia punya 9 anak lainnya yang seharusnya dia perhatikan. Saya tidak membiarkan 9 anak-anak saya bergaul dengan Ruth, saya hanya tak ingin mereka melihat bagaimana istimewanya Ruth dimata Ibu mereka dibandingkan mereka sendiri.


Kabar mengenai Jepang yang mulai masuk ke tanah ini sudah saya dengar sejak beberapa lalu, menurut kabar burung… mereka memusnahkan semua Netherland yang ada di kota beserta antek-anteknya, mereka ingin menghalau semua Netherlander yang ada di tanah negeri ini. Sepertinya kabar itu sudah sampai pula ke telinga Ruth, karena saya lihat belakangan ini dia begitu sering termenung, keresahan juga saya lihat dimata Nunung, hampir setiap malam dia sholat sambil menangis. Bagaimana tidak, Ruth terlahir sangat pirang dan pucat, dia tidak ada bedanya dengan orang-orang Netherland lainnya meski ada darah Nunung mengalir di tubuhnya. Semua orang di kampung ini menjauhi dia sejak dulu, mereka semua menganggap Ruth seorang penjajah. Kasihan Ruth, dan saya yakin dia berpikir bahwa saya pun sama seperti yang lainnya… membencinya seolah dia seorang penjajah. Saya khawatir, ada orang kampung ini yang membocorkan pada pihak Jepang bahwa ada seorang Netherland yang tinggal di kampung ini. Saya tidak bisa membayangkan seorang Ruth disiksa oleh mereka yang terkenal memang sangat sadis dan kejam, sebelum itu terjadi… saya harus melakukan sesuatu untuk Ruth.


Benar saja dugaan saya, ada seorang warga yang melaporkan keberadaan Ruth pada pihak Jepang. Saya mendengarnya dari seorang teman saat sedang bekerja di hutan, saya harus melakukan sesuatu untuk melindungi anak ini, bagaimanapun juga dia adalah anak perempuan pertama saya dan Nunung. Hari itu saya segera berlarian menuju rumah, merapihkan barang-barang yang sepertinya dibutuhkan oleh Ruth, sepasang pakaian, sedikit uang, sedikit makanan, dan seperangkat alat sholat untuknya agar selalu mengingat Allah. Saya ingin dia pergi sebelum Jepang datang dan menyiksanya.


Dengan sabar saya menunggu malam, menunggu anak-anak tidur, dan tentu saja menunggu Nunung terlelap, saya tak mau dia histeris melihat Ruth pergi. Setelah semua aman, dengan paksa saya bangunkan Ruth, dengan cara yang biasa saya tampilkan didepannya… saya berhasil mengusirnya pergi, ada kebencian dimata Ruth terhadap saya yang mengusirnya dengan jahat disertai ancaman akan membunuhnya jika dia membangkang.


Ruth telah pergi, rasa lega bercampur sedih menyelimuti perasaan saya… biarlah dia membenci saya, asalkan dia selamat dan baik-baik saja…


Belum sempat saya pejamkan mata, suara pintu rumah diketuk dengan sangat keras, hingga nyaris didobrak dengan paksa. Saya membukakan pintu, ke 9 anak-anak saya yang masih kecil terbangun karena sama kagetnya dengan saya, Nunung keluar belakangan… belum apa-apa matanya sudah dipenuhi air mata. Didepan kami, tampak beberapa belas orang asing bermata sipit dengan senjata ditangan mereka… mata mereka mencari-cari sesuatu, saya tahu… yang mereka cari adalah Ruth. Walaupun bahasa kami tak akan dimengerti oleh mereka, saya dan anak-anak hanya menggeleng-gelengkan kepala saja disertai posisi tangan kami yang diacungkan keatas tanda menyerah dan lemah. Mereka berteriak-teriak sambil kemudian memaksa masuk ke dalam rumah. Nunung bereaksi spontan, dia berteriak-teriak memanggil nama Ruth sambil bergegas lari ke arah kamar Ruth.


Nunung yang bodoh telah melakukan kesalahan yang begitu fatal, salah seorang tentara Jepang yang ada dibelakangnya reflek mengayunkan sebilah pedang ke arah tubuhnya, detik itu juga saya melihat tubuh Nunung melemah dengan semburan darah mengucur dari dalam perutnya… tempat pedang itu bersemayam. Saya dan anak-anak menjerit histeris melihat Nunung terkulai lemah, saya rangkul tubuhnya… tak peduli pada tentara-tentara Jepang yang mulai memenuhi rumah kami dan mulai memporakporandakan seluruh isinya, menjelajahi setiap sudutnya, untuk mencari seorang Ruth.


Mereka tidak menemukan Ruth, mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka tidak percaya kepada saya yang terus menerus menangis memeluk jasad Nunung sambil menggelengkan kepala menjelaskan tentang ketiadaan Ruth di rumah ini.

Sepertinya mereka kecewa atas itu…

selanjutnya yang mereka lakukan adalah… menghabisi 9 anak-anak kami satu persatu tanpa ampun, dengan sengaja mereka siksa saya dengan pemandangan paling menyakitkan di dalam hidup saya, dimana ke-9 anak saya menjerit meronta hingga akhirnya sama seperti ibu mereka, terbaring tanpa nyawa disisi saya.

Hati saya hancur, mereka menyiksa saya dengan tidak membunuh saya, mereka biarkan saya memandangi pemandangan menyakitkan ini, mereka biarkan saya hidup seorang diri menjalani hari-hari saya nanti. Tak pernah sebelumnya membayangkan akan mengalami kehancuran seperti ini.

Suasana rumah ini kini tinggal keheningan, hanya suara tangis saya yang memenuhi isi ruangan ini… ruang keluarga dimana biasanya saya dan anak-anak berkumpul melepas lelah selepas bekerja di hutan.


Mereka telah pergi, mereka yang kejam dan tak berprikemanusiaan dan membunuh semua orang yang kusayangi satu persatu telah pergi, dengan perasaan kesal karena tak berhasil menemukan orang yang mereka cari.


“Ruth, seharusnya kamu tahu nak… Bapa melakukan semua ini untuk melindungimu nak… semoga kamu selamat Ruth…”


Saya melangkahkan kaki saya ke arah belakang rumah, dimana ditempat itu ada sebuah sumur yang biasa digunakan seluruh warga kampung untuk mengambil air. Sumur yang saya buat untuk mereka semua… warga kampung ini, dimana salah satu dari mereka telah menjadi seorang pengkhianat yang telah mengadukan Ruth kepada tentara Jepang. Saya tidak akan kuat menahan beban hidup, saya tidak ingin hidup dengan penuh dendam terhadap warga kampung ini, lebih baik saya pergi menyusul orang-orang yang saya cintai. Semoga Allah mengampuni perbuatan ini, semoga Dia bisa mengerti bagaimana posisi saya.

Saya angkat kaki ini, menaiki tepian sumur. Saya tahu ini adalah tindakan yang sangat dibenci Allah, tapi saya sungguh tidak kuat menerima cobaan ini. Bismillahirohmanirrahim…

Tubuh saya terjun dengan bebas 20 meter kedalam sumur dengan air yang cukup dalam, saya bukan orang yang piawai berenang, yang saya tahu selanjutnya hanya sesak nafas… dan derai air mata yang tak kunjung berhenti. Saya pergi dalam gelisah, menyisakan sesak yang tak kunjung berhenti…


bersambung...

11 comments:

  1. makin penasaran sama cerita selanjutnya teh risa,

    ReplyDelete
  2. ahh..tetehhh..kenapa lagi2 bersambung ceritanya??

    ReplyDelete
  3. teh tiap mlm jumat aja ya ngpublish nya? yaah penasaran

    ReplyDelete
  4. Kereeen....gk sbar nggu lnjutnny mggu dpn ya teh.....lamaaaaa

    ReplyDelete
  5. Ini Ruth nya gimana akhirnya?Sambungannya ada?yang mana?

    ReplyDelete
  6. Promo AKSESORIS 7 HARI untuk dan Promo REFERRAl 50% untuk pendaftar PERTAMA!
    Untuk pendaftar yang mengisi Kolom VOUCHER AKSESORIS di Kolom pendaftaran.
    Info lebih lanjut bisa hubungi team LIVECHAT kami di www.indomonopoly.com.
    Dan bisa juga kirimkan email ke cfitria567@gmail.com.

    ReplyDelete
  7. SUDAHKAH ANDA MENDAPATKAN GAME INDONESIA TERBARU, TERBAIK, TERPOPULER & MENARIK??

    JIKA MASIH SAJA BELUM MENDAPATKAN GAME INDONESIA TERBARU, TERBAIK, TERPOPULER & MENARIK??

    BURUAN YUK GABUNG SEKARANG JUGA BERSAMA KAMI DI INDOMONOPOLY.COM

    -DEPOSIT 20.000

    -WITHDRAW 50.000

    -REFERRAL 50% + ACCESSORIES 7HARI (syarat ketentuan berlaku)

    UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI TEAM LIVECHAT KAMI YANG RAMAH UNTUK MELAYANI ANDA

    website : http://bit.ly/2c8G2QW

    fans page facebook : http://bit.ly/2ckBw1t

    BBM Pin : 5649B320

    Line : hermilyrostan

    ReplyDelete