Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Wednesday, February 29, 2012

Marah.


Apa yang kuinginkan kadang tak sesuai dengan apa yang ada didalam kepalaku, apa yang kuimpikan kadang tak punya anak tangga yang kuat untuk menampung segalanya, apa yang kuharapkan kadang tak berbandinglurus dengan kenyataan yang ada didepan kedua mataku.

Aku hanya bisa menuliskan semua yang kurasakan, dengan segala emosi dan kekecewaan yang ada diujung jari-jari marahku. Lalu kemudian membukanya kembali dikemudian hari, saat hati tak lagi gundah… saat jiwa tak lagi gelisah…

Lalu tahukah apa yang terjadi saat aku membukanya lagi? Aku hanya akan tertawa mentertawakan diriku sendiri, mencemooh segala emosi yang tertulis dalam tulisan lamaku, dan tangan kananku menyentuh tombol bertuliskan “hapus”. Ya, “Hapus”… dan itulah yang selalu terjadi atas segala ungkapan emosi yang terjadi dalam hidupku. Tak perlu selalu dalam tulisan… aku selalu menghapusnya. Tak ada emosi yang panjang, segalanya hanya sesaat… lantas kemudian akan menghilang entah kemana karena pada akhirnya hanya ada tawa yang menyeruak dari dalam jiwaku.

Mimpiku sedang melesat terlalu tinggi tanpa membawaku turut serta, anganku sudah sampai diatas sana sementara kaki ini masih berpijak diatas tanah. Aku menunggu harapan datang menjemputku, tapi rupanya dia berbelok ke arah yang berbeda denganku. Kini aku berada dalam sebuah lingkaran yang kalian sebut "kebingungan", dia sedang asik mempermainkan diriku berenang-renang didalamnya. Entah sampai kapan akan begini, aku hanya ingin segalanya segera berakhir hingga harapan baru muncul dan berjalan beriringan denganku... Tanpa melakukan kesalahan yang sama seperti harapan-harapan sebelumnya.

foto diambil dari google.com
Aku manusia biasa meski menyebut diriku adalah sahabat tembok dan pepohonan. Dan sekarang aku hanya ingin menulis tulisan ini sendirian tanpa berbicara dengan siapapun termasuk sahabat-sahabatku si tembok dan si pohon, lalu kemudian menghapusnya lagi suatu saat nanti… saat marah tak lagi menguasai pikiranku.

4 comments:

  1. sabar, ada hikmah dan pembelajaran dibalik kekecewaan. Pada dasarnya kekecewaanlah yang merawat kebijaksanaan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  2. Menikmati semua hal buruk yg sedang terjadi itu mungkin adalah cara mengobati diri yg terpengaruh oleh hal buruk. Mungkin semua hal yg buruk itu pasti buruk. Tapi mungkin juga, melalui perspektif yg berbeda, hal buruk itu akan menjadi hiburan yg menyenangkan sekali paling tidak untuk diri kita sendiri. Yang selanjutnya akan menjadi batu loncatan untuk menggapai hal yang baik utk diri kita dan juga orang lain.

    ReplyDelete
  3. marah itu wajar kok :) segalanya akan terasa lebih indah ketika kita sudah mngerti bahwa marah itu ternyta membuang-buang energi :) ga ada org yang tak marah, krn tak ada yg sehebat nabi Muhammad SAW :)

    ReplyDelete
  4. MARAH selamanya lebih bagus, karna di dunia ini tidak ada orang yang hidupnya selalu ditemani kemarahan! hehehe \m/

    ReplyDelete