Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Thursday, November 24, 2011

Pamit. (part 4)

Aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri…

Kulihat mereka semua menangisiku

Aku berteriak memangil mereka

Aku menangis menyadari mereka tak mampu lagi mendengarku

Tuhan, aku ini sudah meninggal?

Tuhan, benarkah itu?

Jika memang benar, bisakah kauijinkan satu hari saja berkumpul bersama mereka?

Sepertinya tidak bisa ya? Karena untuk beberapa saat aku hanya membisu dan tak mendengar satupun petunjuk darimu.

TUHAN KENAPA HARUS SEKARANG?

TUHAN KENAPA TAK BESOK LUSA ATAU LUSA NANTI SAJA SAAT AKU SUDAH MENDAPATKAN GELAR SARJANAKU?

KENAPA HARUS HARI INI?

Aku ingin membahagiakan kedua orangtuaku… melihat Jimbar menikah… melihat Antik menjadi seorang mahasiswi…

Sepertinya aku tidak bisa bernegosiasi denganmu Tuhan…

Baiklah… beri aku waktu beberapa menit saja, setelah itu tolong tunjukkan jalan untukku benar-benar pulang..

Aku ingin pamit

Aku tak ingin mereka sakit

Aku ingin berterimakasih

Dan berkata “Ayah, Ibu, Jimbar, Antik… Kepalaku tak sakit lagi, badanku tak lemah lagi, kalian tak usah mengkhawatirkanku karena Tuhan akan menjagaku dengan baik”

Tuhan, berjanjilah untuk mengabulkan ini… berjanjilah untuk menjaga mereka selagi aku kembali ketempatmu…

Aku ikut berpelukan ditengah mereka..

Yang berkumpul dalam kamarku yang kini sempit karena kami berlima..

Mereka tak sadari kehadiranku

Namun kuyakin mereka merasakan kasih sayangku..

Selamat tinggal Ayah, Ibu, Jimbar, Antik…

Aku pamit.



"Layung"

15 comments:

  1. tteh. . . .bikin merinding eumm.. . . hebat. . .!!!

    ReplyDelete
  2. Tetehhh.. Sy terharu :') apakah hal seperti ini ada kejadian nya teh ? Semacam kayak pengabdian terakhir.. *erekceurik

    ReplyDelete
  3. Sial sekali. Beruntunglah aku menjadi laki-laki hari ini kak. Aku bisa menangis dengan bangga karena membaca ceritamu kak. :)

    ReplyDelete
  4. bagus teh......
    hebat, sayah sampai terharu.

    ReplyDelete
  5. bagus banget ceritanya, sempet berkaca-kaca dong, teh...

    ReplyDelete
  6. waaah nerek teh..ini cerita fakta teh?

    ReplyDelete
  7. aaaaa~ mengharukan banget ini ceritanya TT

    ReplyDelete
  8. Ceritanya bagus, sampai menghela nafas menahan tangis. TT

    ReplyDelete
  9. subhanallah teh risa..
    saya terharu pisan..g berhenti mneteskan air mata..
    i'm your big fans.. :)

    ReplyDelete
  10. Thanks telah menyadarkan saya Apa ITu pentingnya Keluarga..... T_T


    B

    ReplyDelete
  11. Teteh nuhun. Aduh teu kiat ieu nangis dugika eueuriheun.

    ReplyDelete