Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Sunday, November 20, 2011

Mata Dalam Cermin.

Kuambil sebuah potongan cermin sisa dari cermin besar yang baru saja kulempar dengan sebuah gelas karena emosi yang begitu meluap..

Cermin kuletakkan tepat didepan mataku karena hanya itu yang bisa dilihat dari sudut potongan cermin ini.. Ada dua bola mata berwarna kemerahan digenangi air dan menatap tajam lurus seolah sedang beradu mata dengan refleksi yang ada pada cermin.

Aku bertanya kepada tembok disekelilingku yang sepertinya asik memperhatikan perkelahian antara dua bola mataku dengan dua bola mata yang ada di dalam cermin, “Hey tembok…siapa mereka?” ucapku tak lengah sedikitpun menatap lurus kedepan.

Tembok menjawab, “Kau tidak tahu apa mereka? Benarkah kau tidak tahu?”, kugelengkan kepala mengiyakan pertanyaan tembok. “Bodoh, kedua bola mata yang sedang kau tatap itu adalah dirimu yang sesungguhnya… dua bola mata yang seharusnya kau lihat dengan hatimu… dua bola mata yang menatap sayu mimpi-mimpimu, kau benar-benar tidak tahu? Bodoh”.

Kutundukan kepala, kupejamkan mata dengan cermin yang masih menempel kuat ditangan sejajar dengan kedua bola mataku. Dalam hitungan detik, perlahan kubuka kedua kelopak mata… masih sama, yang kulihat masih sama.. dua bola mata kemerahan tergenang air dan… eh, ada yang lain dengan tatapannya kali ini.. ya, dia sendu.. tak lagi terbelalak seperti hendak memakanku hidup-hidup. Apa maksud dari perkataan si tembok masih belum kumengerti…

Dalam ketidakmengertian ini kembali kupejamkan mata, kubiarkan lamunan berhamburan kemana saja sesuka hati mereka. Mereka hinggap pada cerita-cerita masa lalu, aku tak terlalu peduli… bagiku masa lalu ya sudah biar menjadi masa lalu saja baik atau buruk aku tak lagi memusingkannya. Mereka kembali berhamburan hingga tak sengaja tersangkut pada situasi dimana aku terlihat begitu riang dan berwarna, indah sekali… rupanya mereka hinggap pada mimpi-mimpiku… lamunanku berhasil membuka lagi putik-putik mimpi yang selama ini tertutup gumpalan debu.

Suara ketukan dikepala mengejutkanku yang tengah asik bergumul dengan mimpi, mataku terbuka terbelalak. Cermin yang sudah kuletakkan saat melamun kembali kuraih, kutatap lagi dua bola mata yang dari tadi masih mengawasiku dari dalam cermin.

Astaga! Dia tak lagi merah dan berair, bahkan seberkas sorot indah bisa kulihat dari  dalamnya, bibirku menganga tak sadar mengucap “Hey ini ajaib! Dia tak lagi memelototiku! Dia seperti punya kehidupan!!”. Pandangan kualihkan pada tembok yang masih setia memperhatikanku.

Tembok berkata kepadaku setelahnya, dia bilang “Kamu sudah mengerti sekarang siapa mereka? Mereka adalah dua bola matamu yang terkurung dalam cermin, mereka adalah dirimu yang sebenarnya.. dirimu yang ingin meraih mimpi-mimpi kecilmu… dirimu yang sebenarnya selalu bahagia tak pernah terisak. Keluarkan mereka dari dalam cermin, waktumu tak banyak… kau hanya tinggal merealisasikan mimpimu untuk mengeluarkan mereka..”

Aku tertunduk malu, rasanya seperti tertampar oleh tangan sesosok raksasa yang berusaha menyadarkanku dari tidur. Kutengok tembok perlahan sambil terus berkata, “Bisakah aku membebaskan mereka?“. Tembok tak lagi bicara, kini dia membisu dan bahkan tak menampakkan wajahnya, aku ditinggalkannya sendirian melamunkan hal yang harus kulakukan selanjutnya. Aku bungkam, menunduk menatap serpihan kaca yang masih saja kupegangi…. Bagaimana bisa? Bahkan cara meraih mimpipun aku tak punya…

Kalian bisa tunjukkan bagaimana caranya?

Aku ingin membebaskan mereka, dua bola mataku yang tertanam dibalik cermin..

Mereka ingin bebas… seperti kalian….


2 comments:

  1. :) Menginspirasi Baguss
    Bangat deh .

    ReplyDelete
  2. Bagaimana bisa? Bahkan cara meraih mimpipun aku tak punya…

    ReplyDelete