Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Thursday, November 24, 2011

Dear Lullaby.. (Homogenic song)

Sedang melamun didepan komputer lantas sembari menyalakan modem internet dan memeriksa beberapa email yang masuk ke inbox tangan saya mengklik email yang berada di outbox, dan menemukan beberapa tulisan yang entah saya kirim kemana... namun rasanya tak mengapa kalau cerita-cerita tersebut saya posting disini.

Ini adalah tulisan saya mengenai interpretasi saya terhadap salah satu lagu yang ada di album ketiga Homogenic "Let a thousand Flowers Bloom" berjudul "Dear Lullaby" yang dulu sempat iseng-iseng saya terjemahkan maknanya menurut versi saya. Jika kalian pernah mendengar lagunya, mungkin kalian bisa merasakan bagaimana lagu itu masuk kedalam telinga dan menyusup ke dalam kepala. Saya coba sertakan bagaimana isi liriknya ya! 


Dear lullaby

Dear, the night is so cold
And I can’t close my eyes
Thinking of you
If stars could bring you here
I would be so pleased
‘coz I’ll feel safe
and I’ll feel warm, beside you
always by my side

dear, the room is quiet
and I can’t hear a voice
a voice that I hope
to sing me a lullaby
take me to my deep…deep..sleep
I hope you could be my destiny





Silahkan saja kalian interpretasikan lirik lagu ini menurut cara pandang kalian masing-masing, toh intinya memang Dina Dellyana (Homogenic) sang penulis lagu ini telah membuat Lirik dan lagam yang begitu indah, sulit untuk diabaikan apalagi ketika mendengarkannya sendirian dalam ruang gelap diiringi suara rintik hujan dan cuaca yang menusuk di kulit.


ketika mendengar dan membaca lirik lagu "Dear Lullaby" ini untuk kali pertamanya, cerita ini yang muncul dikepala saya.. entah tertuju pada siapa entah menceritakan tentang apa, yang pasti saya sudah lupa dan seberapa kuatpun saya mengingatnya... memori cerita ini tak pernah muncul kembali.


selamat menikmati cerita saya... betapa sempurnanya jika kalian membaca sambil mendengarkan lagunya...




Dear destiny, finnally i sing my own lullaby....

Tik-tok..tik-tok... jarum panjang di angka 12, jarum pendek tepat diatas angka 10. Lagi-lagi kulayangkan pandangan ini ke arah luar, sesosok penampakanmu yang sangat kunantikan malam ini belum juga datang. Segera kuperiksa isi lemari es, segala yang kau suka menumpuk didalamnya, minuman cingcau, sosis siap saji, es krim coklat, permen jelly berbentuk cacing, hingga sushi basi karena terlalu lama kusimpan untukmu. Semuanya siap kusajikan untuk menyambutmu.

Tik-tok...tik-tok...jarum panjang masih di angka 12, jarum pendek berjalan menuju angka yang sama, terus menerus kuperhatikan...mereka selalu berkejaran seakan tak mau saling mengalah. Entah kenapa, jika melihat jarum jam itu saling berkejaran, ingatanku langsung tertuju padamu..yang tak pernah berhenti dan mengalah untuk mendapatkanku..dulu.

Tik-tok...tik-tok, sepertinya waktu terus berjalan cepat dan kau yang kutunggu belum juga muncul. Lingkaran berwarna hitam sudah mulai muncul di kantung mata. Tapi aku yakin, kau pasti datang malam ini...masih sama yakinnya seperti malam-malam sebelumnya.

Tik-tok...tik-tok, malam semakin larut...asa dihatiku memudar, keyakinanku akan kedatanganmu sudah tak seyakin saat sebelumnya. Oh dear..tonight is so cold..and i cant close my eye’s...just thinking of you ...here, in my mind.
Kuambil selembar kertas, seperti biasa... segala kekesalanku akan kutumpahkan diatasnya, luapan emosi saat ku menunggumu menghiasi setiap lembarnya. Kuhitung satu persatu, 1..2..3..4..6..7.., entah lembar keberapa kini tapi tangan kananku masih menyisakan banyak lembar yang belum kuhitung. Sesering itukah kumenunggumu? But If star’s could bring you here tonight, i would be so pleased...cause i feel save, and i feel warm beside you, always by my side... Dan semua lembaran itu akan kubakar dan kubuang jauh dari ingatanku sehingga aku takkan pernah ingat betapa banyak hari yang kulewatkan hanya untuk menunggumu.

Tik-tok..tik-tok, dear...this room is quite, padahal beberapa menit yang lalu masih kudengar suara jangkrik setia menemaniku, rupanya mereka sudah lelah. Mata sudah mulai tidak bisa diajak kompromi, sekali-kali kupejamkan...deru kendaraan yang melintas didepan rumah selalu membuyarkan pejamannya, setitik harapan tersisa yang masih berharap kau akan datang malam ini.

Tik-tok...tik-tok....tik-tok...tik-tok...tik-tok, jarum jam terus berkejaran, bunyi mesinnya makin terdengar seiring sepinya jalanan di depan rumahku membuatku tersadar kau tidak akan pernah datang.

Tik-tok...tik-tok...kuambil remote televisi dan kulempar jam yang semakin mengganggu perasaanku, ‘praaaang...’ lemparan sukses memecahkan kaca jam, tik...tok...tik..tik..tok....astaga..suara itu masih saja terdengar,padahal aku berharap bisa menghentikan waktu dan tetap menunggumu.

Tik...tik...tok, suara jam semakin tidak beraturan..tapi aku yakin, jarum penunjuk waktu masih terus berjalan. “i can’t hear a voice...voice that i hope”. Aku mulai bersenandung...tangisku pecah, entah kenapa aku sudah lelah dengan semua ini, secerca harapan yang terus kupupuk tak pernah membuatmu bisa datang.

Tok..tik...tik....seandainya kau datang malam ini, aku akan menyerahkan segalanya kepadamu...harga diriku,orang-orang yang kusayang..semuanya akan kutukar dengan kedatanganmu. Just sing me lullaby tonight...just take me to my deep deep sleep..and i’ll give you everything.

Tik-tok...tik-tok....suara jam mulai kembali normal, jarum jam berkejaran seperti biasa...dan kedatanganmu nihil malam ini. Takkan kutunggu kau lagi besok..dan seterusnya, aku sudah lelah... i hope you could be my destiny...no no no...i hope you’re not.

1 comment:

  1. Teh, nyari lagunya dimana ? Aku udah download tapi dia cuma setengah doang lagunya

    ReplyDelete