Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Thursday, May 12, 2011

tentang detik..

tik tok tik tok...
jam dinding terus berbunyi malam ini, terus berdetak menggugah keheningan malam yang kali ini terasa lebih hening dibandingkan malam malam sebelumnya. Suaranya berdetak sama seperti detak jantungku, tidak melemah..tak pula berdegup cepat. Sepanjang hari ini aku hanya duduk berdiam diri, begitu banyak suara yang masuk ketelinga, hingga akhirnya hanya ada satu suara yang benar-benar kudengar dengan sangat amat jelas...tik tok tik tok.

tik..tok..tik..tok..
dalam keheningan ini imajinasiku melayang pada sebuah situasi, dimana hanya ada aku dan kamu yang tertawa lepas mengitari jalan berbelok. Kamu bilang, "Aku lebih suka jalan yang berliku! Aku suka tantangan....aku tak suka jalan lurus, sangat membosankan". Aku hanya bisa tersenyum kala itu, hingga akhirnya kau tarik pergelangan tanganku...memaksaku melangkah lunglai bersamamu, lantas tak lama langkahku tegap hampir setengah berlari mengikutimu. Dan kita berdua tertawa...lepas..bebas seperti apa katamu.

tik...tok..tik...tok
lalu kau bawa aku dalam kenangan dimana kamu mulai lelah...nafasmu terengah sementara aku terus berusaha berjalan mengitari jalan yang katamu jauh lebih menantang. Kau terus menerus mengeluh dan bilang padaku, "Ah!!! Seandainya aku bisa membalikkan waktu, aku ingin memilih jalan yang lurus saja...", lalu aku menjawab keluhanmu dengan berkata, "kita sudah terlalu jauh melangkah....mungkin kalau harus berjalan mundur lagi, aku yang akan terengah dan lelah...Aku masih bisa berjalan, bila perlu...mari kubantu kamu untuk berjalan, pegang pundakku.." namun kamu menolaknya.

tik..tok..tik..tok..
mataku gelap...degup jantungku melemah...denyutnya semakin lama semakin tak karuan, tidak bisa mengimbangi bunyi jam dinding. Pikiranku dibawa ke masa dimana semuanya begitu gelap bahkan mataku tidak bisa melihat matamu, tanganmu, tubuhmu, bahkan putih gigimu. Begitu sesaknya hingga tidak lagi terasa nyaman jika memang harus berhimpit atau bersentuhan denganmu. Kamu menyadari itu. Lantas tiba-tiba semuanya begitu terasa lengang, aku mulai mengigil kedinginan seperti telanjang ditengah hutan..sendirian. Mataku terus mencarimu berusaha menggapaimu… kali ini kamu hilang, dan aku masih berjalan dijalanan berbelok..sendirian.

tik..tok..tik..tok
matahari mulai muncul...aku mulai bisa merasakan sedikit kehangatan ditubuhku yang kini berbalut selembar kain tipis. Kulihat lagi kebelakang, kamu memang menghilang..tak lagi ada didepanku..bahkan kamu tak berjalan lambat dibelakangku..kamu benar benar hilang. Kuangkat kepala, membenamkan kaki yang masih saja menggigil kedinginan diantara tanah yang lembab. Berjalan menuntaskan apa yang kau elukan sebagai jalan penuh tantangan. Lambat, namun akhirnya kulihat setitik warna putih diujung belokan terkhir, "Hey sebentar lagi aku sampai!!" matahari terasa begitu hangat kali ini, laun kudengar kicauan merdu burung yang entah darimana datangnya tapi seakan menyambut kedatanganku digaris finish.

tik..tik..tik..tok..tok..tok..tok
dahiku mengernyit..ada apa dengan suara jam dinding ini? kini temponya tak lagi sama seperti sebelumnya, lebih cepat seperti degup jantung seorang pelari yang tengah berada di tengah arena pertandingan. Kulangkahkan kakiku mendekati jam dinding yang sudah hampir 4 tahun menemaniku. Mencoba melihat dan memperhatikan mesin yang ada dibalik badannya. Hmmm ada sesuatu berwarna coklat seperti terbakar, mungkin akibat batere didalamnya...entahlah..sebaiknya kuganti saja dengan batere baru.

tik..tok..tik..tok..
bunyinya kembali normal dan kembali aku menuntaskan lamunanku. Satu jengkal lagi kakiku menyentuh garis finish, senyum sudah begitu terlihat dibibirku....isi kepalaku berbisik "Setelah ini, aku akan berjalan lurus saja...meski tanpa kamupun aku baik baik saja". Kakiku terangkat begitu mantap, siap menginjak garis yang begitu kunantikan...sedetik lagi tinggal berpijak. Tiba-tiba kudengar suara yang begitu lekat ditelingaku. "STOOOOOOOOOPPPPPPP!!!!!!" kutarik mundur kaki ini dan berbalik ke arah suara itu kudengar, dibelakang. 

tiiiiiiiik toooook...tik tik tok tok
kembali suara jam dinding menjadi tidak konstan, aku mulai acuh tak acuh. Kulihat tubuhmu, terbaring lemah terkulai tak berdaya. Tanganmu menggapai gapai ke arahku, kamu telanjang bulat jauh dibelakangku...namun masih bisa kulihat gerak bibirmu yang terbata berkata, "Kembalilah...bantu aku berjalan menyelesaikan jalan berbelok ini....aku membutuhkan pundakmu, ternyata aku membutuhkannya...kembalilah".

tttt i k to toto to tok tttiiiiiik tok tok tik tik tok
suara jam dinding menjadi semakin tak terkendali, dan aku mulai jengah mendengarnya. Kulayangkan pandangan iba padamu, kuberikan senyum terlembut yang pernah kupunya ke arahmu, lalu kupandangi tubuhku sendiri...baju yang kukenakan masih tipis, badanku sudah hangat..tapi kakiku yang menggigil masih saja terbenam didalam tanah. Kutatap lagi matamu dari jauh, kamu mulai menangis dan terlihat sangat menyedihkan. Sekilas kenangan kegelapan dan rasa sesak tiba-tiba muncul kala itu, aku menjerit kecil...takut itu terjadi lagi padaku, "tidak sayang..aku tidak mau itu". Kugelengkan kepala ini pelan sambil terus menatapmu pilu, kubalikan badan...dan kakiku yang masih terbenam di tanah..kuangkat dengan tenaga yang tersisa. Garis putih telah kuinjak. Sekilas kulihat kamu sebelum aku melangkah lagi, kamu menangis...menggigil...sendirian...

tttttttttt too k ttttok ttttik tok.....
emosiku menyeruak mendengarnya, aku berdiri lagi dari kursi tempatku melamun. Meraih jam dinding, kulihat sesaat.... "prang!!!!" .....jam dinding kubanting ke lantai.

Suasana kini begitu hening, hanya tinggal aku..sendiri..tanpa mimpi dan angan-angan tentangmu lagi.


 

8 comments:

  1. kata-kata nya menghanyutkan suasana...he he

    ReplyDelete
  2. keren gaya bahasanya si teteh ini :*

    ReplyDelete
  3. ego si teteh keluar semua, tercurah dalam ini tulisan. suka..

    ReplyDelete
  4. nyesel, kenapa ga dari dulu saya bacanya.. sae teh...

    ReplyDelete
  5. tanpa mimpi dan angan angan tentang mu lagi

    maha dasyat!!!

    ReplyDelete
  6. aku terbawa dalam alur cerita nya teh ...
    nice ....

    ReplyDelete