Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Tuesday, October 26, 2010

Rumah Bersejarah di Wellington






 
Cerita berhantu lagi ????
 
 
Sudah cukup lama saya membiarkan blog ini tanpa cerita-cerita baru. Anda butuh cerita mistis bukan?? Hmmm baiklah, saya beriii. Alkisah, saya mendapat kesempatan untuk bermain-main ke kota lain di suatu tempat di new zealand, sebenarnya bukan main-main siih...tujuannya adalah menghadiri acara yang diadakan oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Wellington dalam rangka menyambut duta besar indonesia untuk new zealand yang baru.

Perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke Wellington dari Auckland kurang lebih 8 jam perjalanan darat, lumayan...bisa melewati kota kota lain juga. Katanya sih di Wellington, sentuhan suasana Eropanya lebih terasa jika dibandingkan Auckland. Karena masih banyak terdapat rumah-rumah tua yg tidak disulap sedemikian rupa menjelma menjadi rumah-rumah modern. Dannnn, hal yang membuat saya sangat antusias, adalah cerita-cerita dibalik rumah-rumah tua di Wellington yang kononnnn masih banyak hantunya. Menarik.

Seperti mendapatkan durian jatuh... (saya agak kurang suka sebenarnya dengan ungkapan ini, pertama..saya kurang suka durian, kedua...kalau kejatuhan durian bukannya sakit ya? ah sudahlah), saya dan teman-teman yang berangkat kesana saat itu mendapatkan sebuah apartemen yang terletak tepat di sebelah rumah peninggalan bersejarah. Rumah tersebut berdiri persis di sebelah apartemen yang kami tinggali, sehingga bisa diintip dengan sangat jelas melalui balkon apartemen. Dilihat di siang hari saja sudah lumayan membuat mata saya terus menerus terpaku melihatnya, ngga mungkin rumah ini bersih dari hantu....pikiran itu terus menerus berkecamuk di dalam kepala saya.

Singkat cerita, saya dan teman-teman mengunjungi acara yang diadakan masyarakat Indonesia di Wellington pada malam harinya. Acara berakhir sekitar pukul 10 malam, semua merasa lelah dan ngga sabar untuk segera beristirahat di apartemen yang kami tempati selama 2 hari disana. Sebelum sampai apartemen, mobil yang kami tumpangi melewati rumah tua "menarik" tadi. Lumayan was-was bagi saya, karena dimalam hari suasananya lebih terlihat mencekam..belum lagi, saya tidak melihat adanya penerangan di rumah tersebut...gelap..sangat gelap. Saat melintas, saya merasa sangat penasarann....rasanya tidak bisa mengacuhkan mata saya untuk pura-pura tidak melihat kondisi rumah tersebut di malam hari. Halamannya sangat luas, gerbang depannya tidak terkuci...sebaliknya, malah dibuka lebar-lebar. Tidak ada lampu samasekali, begitupula didalamnya, kesimpulan saya...rumah itu kosong. Saat asik memperhatikan, tiba tiba saya melihat bayangan beberapa orang sedang berjalan di halaman rumah tersebut...diantaranya adalah anak kecil...tapi kenapa gelap sekali ya, ah mungkin karena minimnya lampu. Tapi setelah saya perhatikan lebih jelas....hmmm....bukan gelap, tubuh mereka gosong, seperti orang terpanggang. Saya tutup mata saya, komat kamit baca doa....dan bertekad, besok pagi saya harus masuk ke dalam rumah ini.

Keesokan paginya, dengan membawa kamera...saya mendatangi rumah tersebut. Benar saja, rumah itu memang rumah bersejarah, dikosongkan dengan perabotan yang masih lengkap seperti aslinya, sebenarnya rumah tersebut terbuka untuk umum...jika ingin mengetahui apa saja yang ada di dalamnya, sayangnya....hari itu adalah hari libur sehingga saya tidak bisa masuk ke dalam, hari itu saya hanya masuk ke halaman dan memantau isi rumahnya dari luar jendela. Beginilah suasana rumah tersebut.



Masih dengan perasaan takjub karena bentuk bangunannya yang sangat klasik dan sarat akan mistis....ya mistisss sekaliii. Sambil terus berjalan, saya mendapati sebuah papan keterangan yang menyebutkan bahwa rumah ini dulunya adalah rumah seorang pengusaha sepatu asal irlandia yang menjadi pengusaha terkaya di Wellington pada masanya. Dia memiliki seorang istri, dan rumah ini dibangun sebagai hadiah yang dia persembahkan untuk istrinya. Ada sebuah foto kondisi rumah tersebut pada masa itu.
 
Beginilah kondisi rumah tersebut pada saat itu, tidak jauh berbeda dengan kondisinya saat ini. Tertulis disitu bahwa rumah ini adalah rumah termahal pertama yang dibangun di kota Wellington. Sehingga mungkin rumah inilah yang mengawali bermunculannya rumah rumah lain sejenis ini di kota Wellington. Tertulis juga bahwa rumah ini pada akhirnya dijual oleh si pengusaha sepatu pada pengusaha lainnya, sehingga rumah tinggal ini beralih fungsi menjadi sebuah restoran. Lalu rumah ini beralih fungsi kembali menjadi sebuah hotel, hotel yang cukup ternama pada zamannya.

Masih asik memperhatikan papan keterangan asal usul rumah tersebut, ngga sengaja mata saya menangkap gerakan bayangan yang berlarian dari arah taman ke arah rumah bagian samping, masih sama...anak anak kecil yang terlihat hitammm seperti habis terbakar. Berhubung saat itu siang hari, saya tidak merasa ketakutan, yang ada tinggalah rasa penasaran yang sangat menggebu. Mata saya terus mencari dimana mereka bersembunyi, sambil terus mencari...tiba-tiba mata saya terpaku pada sebuah jenndela yang terletak di kiri bangunan rumah (kalau dilihat dari gambar terletak di sebelah kiri). Disitu saya melihat seorang Wanita paruh baya sedang menatap ke arah saya, memandangi dari balik jendela memakai gaun tidur dengan rambut pirang terurai. Aga kaget juga sih saat itu, karena munculnya tiba tiba..dan wajahnya lumayan kaku sehingga sampai saat ini saya masih bisa mengingat ekspresinya dengan jelas. Saya berjalan mendekati jendela tersebut dan tentu saja...wanita yang saya lihat tadi sudah menghilang, tapi saya penasaran dengan isi di balik jendela tersebut.


Saya mendekati jendela tersebut dan menengok ada apa di dalamnya, ternyata betul...semua perabotannya masih lengkap. Mungkin ini dulunya adalah ruang makan...mmmh atau ruang meeting mungkin? Ada beberapa papan putih yang entah mungkin digunakan pengurus rumah ini untuk rapat atau apapun itu. Terdapat meja panjang dengan kursi disepanjang mejanya. Lalu ada perapian ditangnya, sebuah cermin diletakkan diatas perapian, lalu ada lukisan seorang pria disebelah kiri atas dan ada sebuah lukisan perempuan disebelah kanan atas....wajah lukisan perempuan agak terhalangi papan putih, saya penasaran dengan wajah lukisan perempuannya yang sepertinya tidak asing bagi saya..saya terus perhatikan dan langsung menyadari dengan agak terkejut... Astaga...itu adalah lukisan perempuan yang tadi mengintip dibalik jendela... :( Perasaan saya mulai tidak enak saat itu..


Apa mungkin mahluk penungu rumah ini tidak suka dengan kehadiran saya yang iseng memotreti dan mencari tau ada apa saja didalamnya...selain benda-benda mati tentunya. Saya mulai merasa tidak nyaman berada disitu, terlebih lagi penampakan orang orang yang terlihat gosong mulai agak sering bermunculan, padahal saat itu matahari sudah muncul sehingga dengan jelas saya bisa melihat bagaimana bentuk mereka. Tapi saya masih dihinggapi rasa penasaran mencari tahu kenapa banyak sekali terlihat makhluk gosong di rumah ini. Saya memutuskan untuk menjelajahi halaman belakang sebelum akhirnya keluar dari tempat itu...masih dengan rasa penasaran tentang mahkluk gosong, ternyata di halaman belakang tedapat sebuah papan keterangan lainnya. Disitu tertulis...pada tahun .... (saya lupa menghapal tahunnya), telah terjadi kebakaran yang menewaskan beberapa tamu hotel yang sedang menginap didalamnya...kejadiannya terjadi pada saat rumah tersebut berfungsi sebagai hotel. Oke, saya sudah menemukan jawabannya...dan tidak berniat lagi untuk menelusuri lebih lanjut mahkluk apa yang ada di dalam rumah ini, mengenai siapa wanita yang saya lihat tadi pun saya tidak mau tau, saya bergegas meninggalkan tempat itu....masih dengan perasaan was was...karena harus melewati halamannya.....kenapa was was? Karena saat melewati halamannya, mahkluk gosong yang sebelumnya hanya anak kecil..bertambah menjdi banyak...ada beberapa orang dewasa juga yang memelototi saya dengan keadaan tubuh mereka yang gosong seperti terbakar.

6 comments:

  1. teh risa, saya ngefans bgt sama teteh.. sumpah

    ReplyDelete
  2. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6347108
    thread tsb terinspirasi dari cerita2 yg pernah teh risa ceritain..
    sudi mampir :D ?

    ReplyDelete
  3. owh ea,, thread tu bercerita pengalaman asli saya..

    ReplyDelete
  4. Munkin saya harus menetralisir seluruh rumah hantu diIndonesia dan dunia.

    ReplyDelete
  5. teh font nya kenapa jadi gajelas gini :(

    ReplyDelete
  6. Kereenn bgt.. teh mnta tlg di bukakan dong mata bathin saya..hehe tks ya teh

    ReplyDelete