Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Thursday, September 2, 2010

"Oh...i never know.." (Part 2)



" I want to know, you're feeling to clear this mess. I do believe there's no word to explain our heart. Don't be scared...don't get scared..to believe what you want. Don't be shy....to tell the truth.."

Kamu...ah, sulit rasanya menggambarkan tentang kamu. Wanita yang sangat lugu...polos...jarang sekali tersenyum...mmmh bolehkah aku menganggapmu aneh? ah, tidak...itu bukan kata yang tepat. Kamu wanita unik..itu yang paling tepat menggambarkan sosok dirimu. 

Waktu itu, aku melihatmu sedang menyendiri tidak jauh dari tempat aku berdiri...sedang duduk dengan tatapan lurus entah sedang menatap apa. Wajahmu pucat pasi dan bibirmu menggumamkan kata-kata yang hanya kamu sendiri bisa mengerti apa yang sedang kamu gumamkan. Saat itu, aku merasa tertantang untuk mengenal sosok wanita seperti kamu, sepanjang hidup...belum pernah aku temui sosok unik seperti ini. Walau aku baru melihatmu, tapi aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Entahlah, ingin sekali aku berteman dengan kamu.

Hari ini, sudah hari ke 3650 dari pertemuan pertama kita. Kamu masih pendiam, tapi sudah bisa memperlihatkan tawamu kepadaku. Selama 3650 hari pula aku merasakan banyak sekali cerita yang keluar dari bibirmu..kamu tidak lagi bergumam sendirian. Banyak sekali perubahan yang terjadi padamu...padaku...pada kita berdua. Aku menjelajahi kehidupanku dengan berganti-ganti pasangan, kamu selalu sendiri. Saat aku kecewa, kamu ada di dekatku..menghiburku dengan pertanyaan-pertanyaan  kritismu tentang alien...tentang reptil..bahkan tentang kehidupan setelah mati. Kadang mengesalkan menghadapi pertanyaan-pertanyaan anehmu, tapi..ya itulah kamu, unik..dan selalu berhasil membawaku ke dunia yang kurasa hanya kamu dan aku mahkluk yang hidup didalamnya.

Di hari ke 67 kita bertemu, aku mengenalkaanmu kepada teman-temanku, awalnya kamu ragu. Seperti biasa, kamu selalu ragu, kamu adalah wanita yang selalu bertanya "Apakah aku akan baik-baik saja?" dan aku selalu menjawab, "Ada aku disini, kamu akan baik baik saja..". Awalnya semua orang kebingungan dengan segala gerak gerik ajaib kamu, lama-lama mereka mulai memahami kamu dan membuat kamu merasa ternyata hidup tidak sepolos yang ada di kepalamu, hidup sebenarnya penuh warna. Aku senang bisa melihat banyak sekali perubahan yang terjadi pada dirimu, dan selamanya aku ingin melihat semua perubahan yang terjadi. Tapi bukan perubahan seperti saat ini yang kuinginkan...saat kamu memutuskan hal ini...

Aku ingat, hari itu aku sibuk sekali...adik-adiku ikut sibuk membantuku untuk mempersiapkan segalanya. Kupikir, ini adalah saat yang paling tepat untuk mengeluarkan semuanya. Hampir 3650 hari kita saling menjaga, dan aku menyesal kenapa tidak sejak dulu aku sadar kalau kamu adalah wanita yang aku inginkan untuk tetap ada di dalam hidupku. Dan aku ingin berbicara..."Ijinkan aku melihat segala perubahan kamu dari dekat, selamanya..." Aku mempersiapkan baju terbaikku, adik-adikku yang memilihkan untukku., mereka semua menyukaimu....menganggap kamu adalah figur ibu..pengganti ibu kami. Seharusnya malam itu aku lembur di Laboratorium. Tapi semenjak mendapat telpon darimu untuk kita bertemu hari itu, aku memutuskan bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk menumpahkan segalanya.

Kamu datang, cantik sekali malam itu....kulihat kamu memasukan catatan kecil ke dalam tas yang kamu bawa, lalu menyapaku dengan tawa renyah seperti biasanya...perasaanku tak karuan, rasanya janggal mengatakan semua ini kepada kamu. Tapi aku tidak bisa lagi menahan, dan aku ingin kamu tahu...bagaimana perasaanku kepada kamu saat ini. Aku tidak perduli apa reaksi kamu, aku hanya ingin membiarkan perasaan ini mengalir...tidak tersendat seperti saat ini. Aku hendak bicara....kamu potong dengan pertanyaanmu soal hujan asam, kujawab...lalu aku hendak berbicara lagi...kau potong dengan pertanyaan "Apakah kamu percaya ada tokek yg mempunyai berat 60 kilogram?" aku dibuat tertawa. Lalu kita sama sama tertawa....dan aku lupa apa yang seharusnya aku bicarakan dengan kamu. Lalu kamu tiba tiba diam dan berkata.... "Aku akan menikah..dengan seorang laki-laki yang datang padaku dan berjanji untuk mewarnai hidupku...".

Aku hanya bisa terdiam.....terus terdiam....

5 comments:

  1. Kak Risa..tiap denger lagu ini aku nangis terus ya..hehehe *curcol

    ReplyDelete
  2. teteh cedih iiiih cirambay rancucut klo udah tau ceritanya T_T

    ReplyDelete
  3. hampir mirip cerita saya pas SMA teh.. heu
    sedih

    ReplyDelete
  4. lagu "oh,I never know" ini.... :'(

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete