Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Friday, September 10, 2010

bersalaman....tanpa saling mengenal.


Ya, dan akhirnya tiba juga pada tanggal 10 september ini. Dimana seharusnya disambut dengan perasaan sangat gembira...disambut dengan harapan minimal isi dompet aga menebal daripada hari hari biasanya. Sementara kali ini kepala saya dipenuhi rasa iri dan penyesalan, selama ini selalu bosan dan ingin tahu bagaimana rasanya "Mudik" karena seringkali berlebaran di kota yang memang saya tinggali...(sekalipun pergi mudik..bukan ke kampung halaman, melainkan ke kota tempat orang tua saya bekerja), dan sekarang benar benar rasanya ingin "Mudik" ke "Bandung"...kota yang biasa saya tinggali, tetapi kali ini tidak bisa dilakukan.

Pukul 7 malam kemarin seharusnya suasana kota dipenuhi suara takbir khas malam lebaran, sayangnya...disini tidak mendengar suara takbir itu. Sebenarnya di beberapa masjid yang tersebar di beberapa bagian daerah sini memang ada takbiran, hanya saja tempat saya tinggal lumayan jauh dari mesjid. Saya jadi bertanya-tanya...bagaimana ya suasana shalat ied besok?? Apakah akan terasa lain juga? Semoga saja tidak.

Biasanya rumah-rumah dipenuhi makanan super duper banyak menjelang hari lebaran. Makanan makanan khas yang biasanya jarang di masak di hari hari biasa. Semisal ketupat opor rendang sambal goreng hati dan kentang. Jadi ceritanya, saya berencana mendatangkan suasana masakan lebaran ke tempat tinggal saya disini, dengan cara memasak masakan khas lebaran yang paling mudah dimasak...yaitu sambal goreng hati + kentang, setelah browsing resepnya di internet...sepertinya saya bisa nih masak masakan ini karena lumayan gampang. Setelah memastikan bumbunya tersedia semua akhirnya saya mencari bahan utamanya yaitu hati sapi, setelah berkeliling..ternyata susah mencari hati sapi disini, yang saya temukan hanya hati babi...ah daripada saya kualat memasak sambal goreng hati babi di hari lebaran, akhirnya memutuskan....tidak memasak apapun. Hatipun kembali gundah gulana membaca timeline teman-teman saya di twitter yang semuanya membahas pernak pernik lebaran dan masakan-masakan di rumah mereka masing masing.

Hari lebaran pun tiba saatnya saya pergi melaksanakan shalat ied bersama teman teman indonesia disini. Dannnnn saat di lokasi, akhirnya saya bisa mendengarkan takbir untuk pertama kalinya...mulut mulai tersenyum. Selesai shalat....saya lihat ada prasmanan panjang berisi makanan khas lebaran semuanya tumpah ruah disitu dan disajikan untuk jema'at yang ikut shalat ied hari itu....mulut saya tersenyum lebih lebar. Lumayan juga, rasanya seperti di rumah.Banyak anak anak kecil indonesia yang sangat lucu hari itu, lumayan menghibur. Bersalaman dengan banyak orang juga dilakukan....walau tidak saling mengenal satu sama lain. Yaa lumayan lah....walaupun rasanya aneh, bermaaf-maafan tapi tidak saling mengenal..bagaimana bisa berbuat kesalahan jika belum saling mengenal (kecuali menggosipkan selebritis di televisi, tidak saling kenal tapi sering membicarakan di depan layar kaca. Teruntuk Ahmad Dani...maaf saya sering menghujat dan mencibir anda...loh eh loh ehh?!!).

Lebaran kali ini memang tidak sesempurna lebaran di rumah sendiri...tapi pengalaman saya bertambah kaya hari ini, bersalaman dengan orang-orang baru yang sama rindunya pada kampung halaman. Selamat idul fitri 1431 H teman teman....



No comments:

Post a Comment