Siapkan bantal..guling...selimut...dan doa

mungkin ini adalah tulisan paling membosankan yang akan kamu baca...tapi tetap membuatmu penasaran untuk tetap membacanya. sebelum semuanya terlambat, siapkan mentalmu kawan untuk menelusuri apa yang ada di dalam dunia saya..

Friday, August 20, 2010

"Permisi..saya ikut duduk di kursi belakang.."

Berada di belakang setir di malam hari (bagi yang memiliki kendaraan roda empat), mungkin sudah biasa mengalami hal seperti ini...eh..atau terjadi pada saya saja yah? eh...tapi banyak ko yang mengalami kejadian seperti ini. Yaaa mudah-mudahan banyak, sehingga saya tidak merasa bodoh dikira gila menceritakan hal yang hanya membuat orang lain menjadi ketakutan saat menyetir di malam hari.

Entah kenapa, sepertinya kebanyakan orang menganggap kalau "Hantu" biasa muncul di malam hari. Eits siapa bilang.....beberapa kesempatan dan beberapa cerita dari orang orang terdekat di sekitar saya mempunyai cerita-cerita pertemuan mereka dengan mahkluk tersebut di siang hari, bahkan...dipagi hari sekitar pukul 9 pagi di tempat yang sangat ramai. Eh saya jadi ingin cerita salah satu kejadian yang dialami oleh om dan tante saya yang bertemu hantu dipagi hari...boleh ya saya ceritakan satu cerita, satuuu saja...boleh ya dibantu-bantuuu...

Jadi ceritanya disuatu pagi yang cerah, om dan tante saya hendak bepergian ke suatu tempat. Untuk menuju tempat yang mereka tuju, mereka harus menempuh perjalanan yang melewati beberapa daerah di kota Bandung. Salah satunya adalah melewati sebuah jembatan yang kalau malam hari sering dijadikan tempat orang berpacaran, tapi di siang hari...jembatan itu ramai...banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan di sekitar jembatan. Saat melewati jembatan itu, waktu menunjukan pukul 9 pagi, kondisinya sangat ramai padat, orang banyak berlalu lalang didaerah jembatan. Om dan tante saya mengendarai kendaraan bermotor. Di tengah keramaian diatas jembatan tersebut, mereka berdua melihat ada satu sosok yang sangat menarik. Seorang nenek-nenek, duduk diatas batu yang ada ditepian jembatan, mengenakan kebaya berwarna hijau dengan kondisi wajah penuh makeup. Melihat penampakan janggal seperti itu, awalnya mereka menganggap sosok nenek-nenek itu adalah orang gila, sempat terlintas rasa ingin mentertawakan. Karena sangat mencolok, mata mereka kala itu terpaku pada sosok nenek tersebut...terus dan terus melihat tanpa melepaskan pandangan (mungkin karena penasaran dengan sosok si nenek). Nenek itu tiba-tiba menatap ke arah mereka berdua, tiba..tiba....(ah, saya merinding membayangkannya)....tiba tiba saat jarak antara kendaraan yang ditumpangi om dan tante saya semakin dekat dengan tempat si nenek berada. Nenek tersebut membuka mulut sambil terus memandangi om dan tante saya...dan apa yang terjadi selanjutnya? Oh ini menyebalkan... Jadi, mulut si nenek itu terus terbuka dan terbuka dan terbuka sampai rahang bagian bawah si nenek jatuh ke bawah. Saya membayangkannya sangat merinding, tapi tahu ngga apa yang dikatakan om tante saya saat itu secara refleks???? mereka berkata "Woyy! Jurig kasiangannnn siah!!!!!" ( dibaca : woy! Hantu kesiangann!)...zzzzzzzzzzzzzz.

Cerita om dan tante saya diatas maksudnya menunjukkan bahwa sebenarnya kemunculan hantu itu kadang tak mengenal waktu, cuman yaaa...maaf...saya suka sekali bercerita...jadi terlalu panjang membahasnya Hanya saja, entah kenapa kondisi malam hari rasanya adalah kondisi yang paling cocok dan kondusif untuk kemunculan mereka. Kembali lagi ke topik utama, saya dan seorang sahabat pernah membahas mengenai duni "tengah-tengah". Menurut informasi yang dia tahu, dunia tengah-tengah tempat mahkluk mereka berada itu....mempunyai permukaan tanah tempat mereka berpijak yang permukaannya lebih tinggi beberapa meter dari permukaan bumi tempat kita berpijak. Wajar kalau mereka terlihat seperti melayang, padahal mereka sebenarnya berpijak pada permukaan tanah dunia mereka. Kalau melayangnya lebih tinggi, mungkin di dunia tengah-tengah kondisi permukaan tanahnya sedang nanjak...kaliii ini juga kaliii hehe. Sebenarnya inti dari penjelasan ini adalah, kadang mereka juga butuh tumpangan untuk datang dan pergi ke suatu tempat (untuk beberapa dari mereka yang pernah saya temui sih berbicara seperti itu)...salah satu cara yang paling lazim mereka lakukan adalah menumpangi kendaraan yang sedang kita naiki.


Seperti layaknya kita saat menumpang kendaraan seseorang, kadang diantar kita selalu saja ada yang menjadi orang yang usil terhadap orang yang berada dibalik kemudi kendaraan. Entah karena orang itu melamun atau orang itu diam saja, adaaa saja biasanya rasa penasaran yang muncul untuk main main dengan orang yang ada dibalik setir.Itu pun kadang terjadi pada mahkluk dunia tengah-tengah yang kebetulan menumpang di mobil yang kita naiki. Apalagi orang yang dia tumpangi sedang menyetir sendirian atau sedang melamun saat berkendaraan....atau, sedang ketakutan. Mereka dapat dengan mudah menangkap apa yang sedang ada di kepala kita, sebenarnya rasa takut adalah hal yang paling mudah mereka tangkap....mulai bergerilyalah mereka saat mulai menangkap rasa takut kita (ini hanya untuk beberapa mahkluk saja, biasanya yang usil seperti ini adalah mahkluk-mahkluk semacam kuntilanak...maaf kunnn ampunnn).

Saya termasuk orang yang lumayan sering dijahili mereka, pernah saat menyetir sendirian dimalam hari..saya lihat ada seorang seorang perempuan tiba tiba muncul di kursi belakang. Pernah juga tiba-tiba leher saya sesak waktu menyetir, saat tak sengaja melihat spion mobil..saya melihat seorang anak perempuan sedang memeluk saya dari belakang...tangannya melingkar dileher saya. Pernah juga ada yang berbisik "Saya ikut sampai depan ya..." (haduuuh...haduuuhhhh...haduuuhhhh).

Pada prakteknya, memang akan terasa susah sekali menghadapi hal semacam ini...terlebih saat kita sedang sendirian. Saya lumayan takut juga mengalami hal-hal seperti diatas, hal yang paling saya takutkan sebenarnya adalah konsentrasi menyetir yang mungkin akan menjadi buyar. Untuk mengatasinya, biasanya saya menyetel musik keras keras, lalu sebisa mungkin saya menyisakan batere ponsel utuk saya pergunakan secara darurat...biasanya saya menelpon orang terdekat saat ketakutan berkendaraan pulang. Mengajak teman yang satu tujuan (rumahnya dekat dengan rumah saya) untuk ikut pulang bersama, memebli kaset rohani untuk saya putar keras keras saat menyetir...entah kenapa kalau menyetel kaset rohani seperti contohnya kaset pengajian, hati saya menjadi lebih tenang, diatas semuanya...sebelum berkendaraan..bacalah dulu doa, itu yang paling pentiiiing. Intinya dari semua ini, sebenarnya...sebisa mungkin jangan takut saat berkendaraan di malam hari. Jika kamu berani, ada baiknya jika kita sedang sial diusili...balas saja mereka dengan kata-kata yang menunjukkan kalau kita tidak takut...mereka akan balik ketakutan jika tahu kita tidak takut pada mereka.




4 comments:

  1. gw ya, sahabatnya??? asiiik! *gak nyambung -_-

    ReplyDelete
  2. iya mamaaaa....kaulah teman berbicangkuuuuu....mari kita berbicang lagiii!

    ReplyDelete
  3. saya sering melakukan perjalanan malam hari, apa lg jarak juh.. lebih enak, sepi dan ga panas.. tp gak pernah mengalamin kaya gitu..

    ReplyDelete